News Ticker

Menu
Previous
Next

Postingan Terakhir

Sepakbola

Teknologi

Otomotif

Kesehatan

Tips

Berita

Entertainment

Recent Posts

Penelitian Menunjukkan Ini Usia Terbaik untuk Melahirkan

Friday, January 15, 2016 / No Comments

TRIBUN-MEDAN.com - Kebanyakan wanita memilih melahirkan pada usia 20-an lantaran berbagai alasan, misalnya saja faktor kesuburan, kesehatan reproduksi, sampai finansial.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa usia terbaik untuk melahirkan ternyata mengacu pada angka 25 tahun ke atas. Demikian yang dilansir Dailymail.

Usia di bawah 15-24 tahun tidak dianggap sebagai usia terbaik untuk melahirkan anak pertama. Apa sebabnya?

Studi dari berbagai lembaga di Amerika Serikat terhadap 3.348 wanita menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan anak pertama pada usia 25-35 tahun memiliki stamina lebih baik ketika mereka berusia 40 tahun.

Sebaliknya, bagi wanita yang melahirkan anak pertama dari usia 15-24 tahun ternyata rentan mengalami gangguan fisik dan mental saat mencapai usia 40 tahun.

"Kita harus memperhatikan bahwa wanita yang melahirkan pada pertengahan 20-an mengalami tantangan fisik pada saat mencapai usia pertengahan dibanding yang menunggu lebih lama," ujar Dr Kristi Williams, rekan peneliti sekaligus seorang asisten profesor jurusan sosiologi di The Ohio State University, AS.

Lebih lanjut, Dr Williams mengatakan bahwa selama ini fokus yang diberikan adalah efek buruk melahirkan saat remaja, bukan efek jangka panjang negatif setelah wanita telah berusia tua.

Studi juga memaparkan bahwa wanita yang melahirkan anak dalam ikatan pernikahan lebih sehat saat pada usia 40-an ketimbang wanita yang melahirkan tanpa ikatan pernikahan. (*)

Ini Beda Perawatan Kulit Wanita Indonesia dan Korea Selatan

/ No Comments
TRIBUN-MEDAN.com - Melihat selebriti Korea Selatan yang sering tampil di layar kaca, banyak orang terkagum-kagum dengan kulit wajah mereka yang putih bening, bercahaya, dan mulus.

Sebenarnya, tak semua wanita di KorSel memiliki wajah mulus tanpa masalah seperti selebriti yang sering Anda lihat di televisi.

Menurut Dennis Yang , International Bussiness Divisi Regional, Manager, Dr. Jart+, dari Korea Selatan, mengatakan bahwa wanita KorSel sebenarnya banyak memiliki masalah kulit wajah, yang biasanya disebabkan oleh pergantian empat musim.

Tak pelak, pergantian musim di Negeri Ginseng tersebut, membuat kulit wanita KorSel cenderung bertipe kombinasi. Jadi, bagian kulit dahi hidung atau daerah T berminyak dan kulit daerah pelipis sampai dagu kering.

Lalu, kata Yang, kulit wanita Indonesia memiliki tipe kulit wajah yang sangat kering atau sebaliknya sangat berminyak.

Hal ini disebabkan oleh suhu dan cuaca di Tanah Air yang sangat panas, tetapi karena wanita Indonesia sangat gemar menggunakan air conditioner (AC) dengan suhu yang sangat dingin di ruangan, menyebabkan produksi minyak atau sebum yang berlebih sehingga mudah berjerawat.

Mengatasi masalah tersebut, Yang menyarankan, untuk tak lupa menutrisi dan melindungi wajah dengan pelembab.

Pelembab wajib digunakan, meskipun kulit wajah berminyak. Pasalnya kulit wajah yang berminyak, sebenarnya di lapisan dalam kulit mengalami kekeringan karena banyak sebum atau minyak yang keluar ke lapisan atas kulit.

Yang juga menyarankan, untuk rajin memakai BB Cream seperti yang dilakukan wanita KorSel.

Sebab, BB Cream merupakan produk perawatan wajah, bukan hanya sekadar krim alas bedak.(*)

Usia Emas untuk Melahirkan: 30 Tahun!

/ No Comments
Menjelang persalinan sebaiknya bumil memperbanyak aktivitas dan bergerak.
TRIBUN-MEDAN.com - Wanita berusia 20-an mungkin sudah sering dibombardir pertanyaan kapan menikah atau punya bayi. Tenang, dunia belum berakhir bagi wanita 20-an yang belum menikah atau punya bayi.

Terungkap dari data 2013, bahwa rata-rata wanita saat ini melahirkan anak pertama di usia 26 tahun. Namun, sebuah studi baru menemukan lebih bijaksana jika wanita sabar menunggu sedikit lebih lama untuk punya bayi.

Laporan peneliti independen dari London School of Economics menganalisa data dari Millennium Cohort Study yang memonitor perkembangan 18 ribu anak-anak Inggris dalam periode lama untuk menentukan dampak usia ibu terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Ternyata, ditemukan usia emas ibu untuk punya anak ada di usia 30-an.

Studi itu diterbitkan di jurnal Biodemography and Social Biology. Studi itu menemukan, bayi yang lahir dari perempuan berusia 30-an cenderung lebih cerdas, mendapatkan skor lebih tinggi dalam tes kognitif dan lebih unggul dibandingkan dari anak yang dilahirkan ibu usia 20 atau 40-an.

"Tambahan lagi, ibu baru di usia 30-an cenderung lebih terdidik, memiliki pendapatan lebih tinggi, bergaya hidup lebih sehat, mendapatkan perawatan pra-kehamilan lebih dini dan merencanakan kehamilan lebih baik," kata peneliti bernama Alice Goisis.

Sementara wanita yang melahirkan anak di usia 40-an cenderung menyusui anaknya, lebih sering membacakan cerita untuk anaknya, tidak merokok. Namun, anak wanita usia 40-an cenderung gemuk, karena wanita di usia ini lebih cenderung tidak bermain bersama anaknya dibandingkan perempuan lebih muda usianya. (Dhorothea)

Ternyata Tak CumaSepatu "High Heels" yang Timbulkan Rasa Pegal di Kaki

/ No Comments
Di antara banyaknya pilihan stocking, pakai stocking yang bisa merawat kaki kalau sering pakai high heel.   
TRIBUN-MEDAN.com - Selama ini, sepatu tumit tinggi atau high heels, selalu dituding sebagai pemicu rasa pegal dan masalah pada area kaki. Namun, uraian berikut ini memaparkan bahwa semua jenis sepatu memiliki risiko tersendiri untuk tubuh.

1. Sepatu berujung lancip
Jenis sepatu yang sering disebut pointy toes ini, umumnya nyaman dikenakan hanya dalam kurun waktu beberapa jam saja. Pakar mengemukakan bahwa jenis sepatu ini memiliki bahaya jangka panjang.

"Tiga jari kaki bagian tengah akan menempel satu sama lain dan menyebabkan cacat," ujar Emma Supple, ahli penyakit kaki.

Supple menyarankan, untuk menghindari membeli sepatu berujung lancip dengan hiasan bebatuan yang berat karena akan menambah beban di ujung jari kaki.

2. Sepatu tumit datar
Memamgn benar, sepatu datar itu nyaman dikenakan, tapi juga bisa menyebabkan lecet jika digunakan terlalu lama.

Selain itu, pada kaki anak-anak, sepatu ini sebenarnya dapat menyebabkan tonjolan tulang permanen yang harus diatasi dengan operasi. Kuncinya, carilah sepatu tumit datar dengan bantalan yang cukup tebal di bagian lengkung telapak kaki agar nyaman dikenakan.

3. Sepatu tumit tinggi dengan platform dan tali
Sepatu jenis ini biasanya memiliki berat yang dapat membuat kaki menjadi tegang, berakhir kram, dan kapalan.
Meski bantuan tali dianggap lebih aman, sebenarnya tali justru membuat tekanan makin besar pada sendiri kaki. Untuk itu carilah sepatu platform yang ringan.

4. Stiletto
Semua wanita mungkin setuju jika jenis sepatu ini adalah yang paling menyakitkan. Ujungnya yang lancip dengan hak yang kecil membuat tubuh memerlukan keseimbangan ekstra dan berakhir menyebabkan berbagai resiko mulai dari bengkak dan nyeri pada bagian telapak kaki.

Parahnya, bisa menyebabkan masalah permanen seperti postur tubuh yang salah dan kerusakan pada bagian tendon.

5. Sepatu backless
Sepatu backless populer karena memberi efek kaki yang lebih panjang. Namun demikian sepatu jenis ini terbilang berbahaya karena tak ada sandaran pada bagian belakang kaki.

Kaki akan merasakan sakit di bagian tumit, menyebabkan kapalan, serta membuat kulit kaki menjadi pecah-pecah.(*)

Begini Cara Atasi Batuk Pada Balita Anda Tanpa Obat

/ No Comments

TRIBUN-MEDAN.com - Saat batuk, sering kali anak menjadi gelisah saat tidur karena terganggun oleh batuknya, penurunan nafsu makan karena rasa tidak nyaman di tenggorokan, dan juga muntah berulang yang diprovokasi oleh batuk.

Mengingat sebagian besar kasus batuk pada anak bersifat self limiting (dapat sembuh sendiri), orangtua dapat memberikan terapi non-obat yang bermanfaat, seperti:

- Pada batuk berdahak, banyak minum air putih (hangat) manfaatnya sama dengan obat mukolitik, yakni dapat membantu mengencerkan dahak. Banyak minum juga bisa mengencerkan ingus dan lendir di tenggorokan sehingga lebih mudah dikeluarkan.

- Bayi kurang 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif disarankan untuk lebih sering menyusu.

- Bayi yang tidak ASI eksklusif dapat diberikan air putih hangat 1-3 sendok teh sebanyak 4 kali perhari. Sedangkan pada bayi dengan ASI eksklusif baru diberikan di atas 6 bulan.

- Sebagai alternatif penyembuhan, ibu juga bisa menggunakan madu yang khasiatnya sudah diakui para dokter. Penelitian American Academic of Pediatric pada tahun 2008 menyatakan madu dapat meredakan batuk anak di amlam hari dan lebih aman untuk mengatasi batuk pada anak. Madu juga lebih efektif dari pada dextromethrophan (kandungan utama dalam obat batuk).

Namun, madu jangan diberikan pada bayi di bawah satu tahun untuk menghindari risiko botulisme atau keracunan. Pemberian madu sesuai usia:

- Usia 2-5 tahun: 1/2 sendok teh
- Usia 6-11 tahun: madu 1 sendok teh
- Usia > 11 tahun: 2 sendok teh

- Buat larutan garam dengan mencampur 1/2 - 1 sendok teh garam dengan segelas air hangat. Teteskan 2-3 tetes pada lubang hidung anak kemudian sedot dengan suction atau penyedot ingus. Hal ini dapat mengurangi sumbatan pada hidung anak. Pada anak yang sudah besar, larutan garam dapat digunakan untuk berkumur, untuk mengurangi nyeri tenggorokan.

- Usapkan balsam pada tubuh anak, namun tidak boleh diusapkan di bawah hidung. Balsam yang mengandung camphor, mentol,d an minyak eucaliptus dapat meredakan batuk pilek dan membuat anak tidur nyenyak.

- Berikan minuman dan makanan kepada anak dengan porsi sedikit namun lebih sering agar anak tidak muntah.

- Hindari makanan dan minuman yang dapat merangsang timbulnya batuk, seperti es, permen, coklat, atau makanan berlemak.

- Hindari asap rokok karena dapat memperparah batuk.

- Minta anak banyak beristirahat. Hindari bermain berlebihan.

Teliti Memilih Mi Instan

/ No Comments

TRIBUN-MEDAN.com - Siapa yang tak mengenal mi instan? Makanan ini sering kali menjadi pilihan favorit karena tersedia dalam berbagai varian rasa dan cara penyajiannya praktis. Cukup dimasak beberapa menit, tambahkan bumbu, mi instan pun siap dinikmati.

Di sisi lain, mi instan merupakan salah satu sumber asupan lemak dan garam yang cukup besar. Padahal, Anda sebaiknya menjaga asupan lemak dan garam agar tetap sehat dan terhindar dari risiko berbagai penyakit. Kalau tidak dijaga, konsumsi lemak dan garam dalam makanan sehari-hari mudah sekali berlebih.

Kok mi instan bisa mengandung lemak? Tahukah Anda, bahwa hampir semua mi instan telah melalui proses penggorengan sebelumnya. Langkah ini bertujuan supaya mi menjadi lebih kering dan punya umur simpan lebih lama.

Akibatnya, kebanyakan mi instan mengandung karbohidrat dan lemak hasil dari proses penggorengan tersebut. Kandungan lemak ini membuat air rebusan mi instan umumnya berwarna keruh.

Satu porsi mi instan mengandung antara 12 sampai 14 gram lemak. Ini pun kalau Anda hanya makan satu porsi mi instan. Jumlah asupan lemak akan bertambah jika Anda menyantap lebih dari satu porsi mi instan. Belum lagi lemak dari lauk atau makanan pelengkap lainnya.

Sebenarnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan untuk membatasi konsumsi lemak total harian sebesar 67 gram (setara dengan lima sendok makan minyak goreng). Hal ini untuk menghindari risiko kegemukan akibat kelebihan konsumsi lemak.

Tidak hanya itu, Anda pun harus cermat akan kandungan garam dalam mi instan. Setiap satu porsi mi instan biasanya memiliki kadar garam sekitar 3.750 miligram. Padahal, batas maksimal asupan garam hanya 5.000 mg (setara dengan 1 sendok teh) per hari.

Jumlah tersebut sangat sedikit sehingga konsumsinya mudah terlampaui. Perlu diingat bahwa asupan garam berlebih bisa meningkatkan risiko hipertensi.
Lalu, bagaimana memilih mi instan yang aman untuk dikonsumsi? Anda hanya perlu teliti melihat info nilai gizi pada bungkusnya.

Dalam hal ini, pilih yang kandungan garam dan lemaknya rendah untuk meminimalisir risiko kesehatan. Saat ini, sudah tersedia mi rendah lemak Tropicana Slim, yang setiap porsinya mengandung antara hanya 2,5 sampai 5 gram lemak.

Proses pembuatannya lebih sehat karena dipanggang bukan digoreng, sehingga kandungan lemaknya lebih rendah. Ini terbukti pada air rebusan mi rendah lemak Tropicana Slim yang berwarna jernih. Kandungan garamnya pun lebih rendah, hanya sekitar 50 persen dari kandungan garam pada mi instan lainnya. (Reza Pahlevi)

Intip Pernikahan 'Sehat' ala Nutrisionis Australia

/ No Comments

TRIBUN-MEDAN.com - Pesta pernikahan harusnya mencerminkan karakter dari pasangan yang menikah.

Maka dari itu saat Jessica Sepel (26), seorang nutrisionis asal Australia menikah, maka tema pesta pernikahannya tak jauh dari gaya hidup sehat yang dijalaninya.

Bersama sang suami, Dean Steingold (30), Sepel menyelenggarakan pernikahan dengan mengundang 170 tamu menghabiskan empat hari di Koh Samui, Thailand.

Berbeda dengan pernikahan pada umumnya, pasangan ini menyajikan menu makanan sehat, spa, hingga acara yoga bersama kepada tamu-tamunya.
"Kami ingin pernikahan 'sehat' karena baik aku maupun Dean sama-sama berkomitmen dengan gaya hidup sehat. Sangat penting bagi kami, jika pernikahan merefleksikan aspek dalam kehidupan kami," ujar Sepel.

"Kami juga ingin semua orang merasa sehat, yang mana sebenarnya mudah dilakukan jika Anda makan-makanan yang tepat," tutur Sepel.

Menu makanan sehat seperti ikan kukus, kue bebas gula, smothies buah, hingga minuman alkohol yang dibuat dari bahan organik menjadi sajian utama di pernikahan Sepel.

"Seringkali orang merasa jika pernikahan harus mewah dan berlebihan. Tetapi aku harap dengan pernikahan 'sehat' ini dapat menunjukkan ke orang-orang bahwa hidup sehat dapat sangat sederhana, bahkan di acara perayaan dan waktu padat," ujarnya.(*)